Langsung ke konten utama

Unggulan

"use client"; import {useState} from "react"; const programs=[ ["Kelas Dasar","Usia 4–7","Membangun koordinasi, keberanian, dan kecintaan pada sepak bola.","photo-1575361204480-aadea25e6e68"], ["Akademi Junior","Usia 8–12","Teknik dasar, kerja sama tim, dan pemahaman permainan terstruktur.","photo-1579952363873-27f3bade9f55"], ["Youth Elite","Usia 13–17","Latihan lanjutan untuk pemain muda yang siap naik level kompetisi.","photo-1517466787929-bc90951d0974"], ["Profesional","Usia 18+","Program performa tinggi untuk mengejar karier sepak bola profesional.","photo-1526232761682-d26e03ac148e"] ]; const gallery=["photo-1522778119026-d647f0596c20","photo-1553778263-73a83bab9b0c","photo-1508098682722-e99c43a406b2","photo-1527871252447-4ce32da643c6"]; const quotes=[["S...

Kai Havertz: Saya Hanya Bisa Minta Maaf


 

 Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah kalah dari Paraguay lewat adu penalti pada babak 32 besar. Pertandingan berakhir 1-1 selama 120 menit sebelum Paraguay menang 4-3 pada babak tos-tosan.

Hasil ini menjadi pukulan besar bagi tim asuhan Julian Nagelsmann yang tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun, keunggulan statistik tidak mampu membawa mereka mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Kai Havertz menjadi salah satu pemain yang paling terpukul usai pertandingan. Penyerang Arsenal itu bahkan menyampaikan permintaan maaf setelah kegagalan Jerman kembali berlanjut di turnamen besar.


Havertz Akui Kekecewaan Mendalam




Havertz mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-54 setelah menerima umpan Florian Wirtz dari sisi kiri. Gol itu membalas keunggulan Paraguay yang lebih dulu lahir melalui tandukan Julio Enciso pada menit ke-42.

Meski mampu mencetak gol, Havertz gagal menjalankan tugasnya saat adu penalti. Eksekusinya berhasil dihentikan kiper Paraguay, Orlando Gill, yang tampil gemilang sepanjang laga.

"Saya sedikit kehilangan kata-kata. Ini Piala Dunia kedua saya dan keduanya tidak menghasilkan apa pun. Yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf," kata Havertz.

Ia juga menilai para pemain harus melakukan evaluasi menyeluruh atas kegagalan tersebut. Menurutnya, masalah yang sama terus muncul meski tim beberapa kali menampilkan permainan yang cukup baik.

"Kami harus melihat diri kami sendiri dengan jujur, terutama para pemain, dan saya tidak memasukkan pelatih dalam hal itu," ujar Havertz.


Paraguay Bertahan Solid, Jerman Kehilangan Efektivitas




Paraguay tampil disiplin sepanjang pertandingan dan mampu meredam sebagian besar ancaman lawan. Trio Leroy Sane, Florian Wirtz, dan Havertz kesulitan menemukan ruang di area pertahanan lawan.

Jerman meningkatkan intensitas serangan setelah jeda dan berhasil menyamakan skor. Namun, berbagai peluang berikutnya gagal dikonversi menjadi gol kemenangan.

Tim Panser sempat merasa menemukan gol penentu melalui Jonathan Tah pada fase akhir pertandingan. Akan tetapi, gol tersebut dianulir karena pelanggaran Waldemar Anton terhadap Orlando Gill.

Nagelsmann mengakui timnya terlalu lambat dalam membangun serangan sepanjang laga. Ia juga menilai anak asuhnya seharusnya lebih sering mengirim bola ke kotak penalti untuk memecah pertahanan Paraguay.

"Ada rasa kecewa yang besar di ruang ganti. Kami seharusnya menyelesaikan pertandingan sebelum masuk ke adu penalti dan permainan kami terlalu lambat," kata Nagelsmann.

Kemenangan ini membawa Paraguay melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Wakil Amerika Selatan itu selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan Prancis kontra Swedia.

Komentar

Postingan Populer